Album kegiatan perpustakaan Saung Baca Pintar

Kegiatan penyerahan kartu anggota digital merupakan bagian dari upaya modernisasi layanan perpustakaan dalam meningkatkan kemudahan akses bagi para anggota. Kartu anggota digital diberikan kepada pengguna yang telah terdaftar sebagai anggota perpustakaan.
Proses penyerahan dilakukan dengan membagikan kartu dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui perangkat masing-masing, seperti telepon pintar. Selain itu, anggota juga diberikan penjelasan mengenai cara penggunaan kartu untuk keperluan peminjaman buku dan layanan lainnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif dari para anggota. Dengan adanya kartu anggota digital, diharapkan layanan perpustakaan menjadi lebih praktis, efisien, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Kegiatan Stempel Buku Bacaan Perpustakaan Saung Baca Pintar
Kegiatan stempel buku bacaan di Perpustakaan Saung Baca Pintar dilakukan untuk memberikan tanda kepemilikan dan menata koleksi buku agar lebih rapi dan tertib. Buku-buku yang ada dikumpulkan, diperiksa, kemudian diberi stempel pada beberapa bagian penting.
Kegiatan ini melibatkan pengelola dan anggota, termasuk anak-anak, sebagai bentuk edukasi tentang pentingnya menjaga buku. Setelah distempel, buku disusun kembali ke rak sesuai kategori.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan perpustakaan menjadi lebih baik dan koleksi buku lebih terjaga.

Kegiatan Hibah Buku oleh Siswa
Kegiatan hibah buku bacaan oleh siswa merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan koleksi perpustakaan. Dalam kegiatan ini, siswa secara sukarela menyumbangkan buku bacaan yang masih layak guna untuk dimanfaatkan bersama.
Buku-buku yang dihibahkan kemudian diterima oleh pengelola perpustakaan untuk didata, diperiksa, dan diolah sebelum disusun ke dalam rak sesuai kategori. Kegiatan ini tidak hanya menambah koleksi buku, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, serta budaya berbagi di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan perpustakaan semakin berkembang dan mampu menjadi sumber belajar yang lebih lengkap serta bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.



Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung tentang:
Layanan perpustakaan digital dan akses informasi cepat bagi siswa.
Pengelolaan koleksi dan layanan sirkulasi yang terstruktur.
Program literasi kreatif seperti membaca 15 menit, bimbingan pemustaka, dan lomba literasi.
Dengan ilmu yang diperoleh, staf perpustakaan siap mengembangkan layanan digital, meningkatkan literasi, dan mendukung prestasi siswa di SMPN 81 Jakarta.
Kunjungan Kepala Sekolah dan Kasatpel ke Perpustakaan Saung Baca Pintar
Persiapan dimulai sejak awal bulan Juli 2025, dengan bimbingan langsung dari guru Bahasa Inggris, Ms.Nourma. Pada tahap awal, siswa diberikan arahan mengenai pemilihan topik presentasi, teknik menyusun naskah yang menarik dan komunikatif, serta cara menyampaikan ide dengan bahasa yang jelas dan percaya diri.
Setelah menentukan topik masing-masing, para peserta berlatih secara intensif setiap sore di ruang laboratorium bahasa. Mereka berlatih pelafalan (pronunciation), intonasi, serta gestur tubuh agar penyampaian materi lebih meyakinkan. Guru pembimbing juga memberikan umpan balik untuk memperbaiki struktur kalimat dan meningkatkan kelancaran berbicara.
Selain latihan individu, peserta juga melakukan simulasi lomba di depan teman-teman sekelas. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengelola rasa gugup dan membiasakan diri berbicara di depan audiens. Setiap sesi ditutup dengan evaluasi bersama, di mana guru dan teman-teman memberikan masukan yang membangun.
Kegiatan persiapan ini tidak hanya melatih kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, kreatif, dan percaya diri. Diharapkan melalui latihan yang intensif ini, para peserta dapat tampil maksimal dan membawa nama baik sekolah dalam ajang lomba yang akan digelar pada bulan mendatang.
Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB di ruang baca utama dan diikuti oleh sekitar 30 peserta bergantiaan, yang terdiri atas siswa baru. Kegiatan dibuka oleh: Kepala Perpustakaan, yang menyampaikan sambutan serta pentingnya pemustaka memahami teknologi informasi dalam layanan perpustakaan modern.
Selanjutnya, sesi bimbingan dipandu oleh Reynaldi Perdana Kusuma pengelola sistem, yang menjelaskan secara rinci fitur-fitur utama SLiMS, antara lain:
Cara melakukan penelusuran koleksi melalui katalog online (OPAC).
Prosedur peminjaman dan perpanjangan buku secara daring.
Cara melihat riwayat peminjaman dan status keanggotaan.
Panduan mengakses koleksi digital dan e-resource melalui antarmuka SLiMS.
Peserta kemudian melakukan praktik langsung, menggunakan perangkat komputer yang telah disediakan. Dalam sesi ini, pustakawan mendampingi peserta satu per satu untuk memastikan setiap pemustaka dapat mengoperasikan aplikasi dengan baik.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan evaluasi singkat, di mana peserta memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Banyak peserta mengaku terbantu dan lebih percaya diri menggunakan SLiMS untuk mencari dan meminjam koleksi perpustakaan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pemustaka dapat lebih mandiri, melek teknologi, dan aktif memanfaatkan layanan digital perpustakaan. Perpustakaan [nama perpustakaan] berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkala guna meningkatkan literasi informasi dan kualitas layanan kepada masyarakat.

Tim kesehatan melakukan pengukuran intensitas cahaya di beberapa titik ruang baca, memeriksa tingkat kelembapan udara, serta menilai sirkulasi udara dan kebersihan lingkungan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa seluruh indikator berada dalam kategori baik, dengan pencahayaan yang cukup, kelembapan yang ideal, serta kondisi ruangan yang bersih dan terawat.
Pihak Puskesmas memberikan apresiasi kepada pengelola Perpustakaan Saung Baca Pintar atas upaya menjaga lingkungan yang sehat, rapi, dan nyaman bagi siswa maupun guru yang berkunjung. Mereka juga memberikan beberapa saran ringan untuk mempertahankan standar kebersihan dan kenyamanan tersebut secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Saung Baca Pintar tidak hanya berfokus pada pengembangan literasi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan kenyamanan pengunjung, sehingga perpustakaan benar-benar menjadi tempat belajar yang aman, sehat, dan menyenangkan.

Dalam kesempatan tersebut, para tamu disambut hangat oleh tim pengelola Perpustakaan Saung Baca Pintar. Mereka diajak berkeliling untuk melihat langsung berbagai fasilitas, layanan, dan inovasi yang telah diterapkan di perpustakaan, mulai dari layanan sirkulasi dan referensi, koleksi buku cetak dan digital, hingga program literasi dan pengelolaan berbasis teknologi.
Kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi terbuka antar pustakawan dan staf sekolah mengenai strategi meningkatkan minat baca siswa, penerapan layanan digital seperti OPAC online, serta pemanfaatan ruang perpustakaan sebagai pusat kegiatan literasi yang kreatif dan menyenangkan.
Kepala Sekolah SMPN 272 memberikan apresiasi atas pengelolaan Perpustakaan Saung Baca Pintar yang tertata rapi, modern, dan inspiratif. Beliau menyampaikan bahwa banyak hal positif yang dapat diadopsi untuk diterapkan di sekolah mereka, terutama dalam hal peningkatan layanan dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan literasi.
Kunjungan studi banding ini diharapkan menjadi awal kerja sama yang baik antar sekolah, sekaligus memotivasi kedua pihak untuk terus berinovasi dalam mewujudkan perpustakaan sebagai jantung literasi dan pusat pembelajaran sepanjang hayat.

Kegiatan sirkulasi terlihat dari antusiasme pengunjung yang meminjam dan mengembalikan buku dengan bantuan petugas perpustakaan yang ramah dan cekatan. Proses ini berjalan tertib dan efisien, menunjukkan bagaimana perpustakaan berperan aktif dalam memfasilitasi akses bacaan bagi seluruh siswa dan guru.
Di area layanan referensi, foto-foto menampilkan interaksi hangat antara pengunjung dan pustakawan. Para pustakawan dengan sabar membantu mencari informasi, memberikan rekomendasi buku, dan membimbing pengunjung dalam menggunakan katalog perpustakaan maupun sumber digital. Suasana ini mencerminkan komitmen perpustakaan dalam mendukung proses belajar dan penelitian.
Foto koleksi memperlihatkan keberagaman bahan bacaan dan media yang tersedia, mulai dari rak buku yang rapi dengan berbagai genre, koleksi buku fiksi dan nonfiksi, koran dan jurnal, hingga media audio visual. Foto juga menampilkan koleksi khusus seperti karya siswa dan guru, serta teknologi seperti komputer dan TV monitor yang mendukung pembelajaran interaktif.
Ruang perpustakaan digambarkan sebagai tempat yang nyaman dan kondusif untuk membaca dan belajar. Foto-foto menampilkan tata letak yang rapi, pencahayaan yang cukup, serta area baca yang luas dengan kursi dan meja yang ergonomis. Suasana hangat dan bersahabat ini mengundang pengunjung untuk betah berlama-lama, menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi dan komunitas belajar.
Secara keseluruhan, foto-foto kegiatan ini menggambarkan Perpustakaan Saung Baca Pintar sebagai ruang belajar yang modern, inklusif, dan inspiratif, yang mendukung tumbuhnya minat baca dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan sekolah.


Visitasi Akreditasi Perpustakaan Saung Baca Pintar oleh Perpusnas

Menjelajah Samudra Digital: Perburuan Referensi di Balik Layar
Di sudut ruangan yang tenang, hanya terdengar suara ketukan jari yang beradu ritmis dengan papan ketik. Cahaya berpendar dari layar monitor memantul di mata Rian, seorang siswa yang kini tengah tenggelam dalam misi pencarian referensi untuk tugas akhirnya. Bagi Rian, internet bukan sekadar hiburan, melainkan perpustakaan raksasa tanpa dinding yang menyimpan jawaban atas rasa keingintahuannya.
Satu demi satu tab di perambannya terbuka. Jari-jarinya dengan lincah mengetikkan kata kunci spesifik, menyaring ribuan hasil pencarian untuk menemukan jurnal ilmiah dan artikel yang kredibel. Ia tidak sekadar "menyalin dan menempel"; matanya bergerak cepat memindai setiap baris kalimat, memisahkan fakta dari opini, dan mencari sumber primer yang valid.
"Dahulu, mencari satu referensi bisa memakan waktu berjam-jam di rak buku. Kini, tantangannya bukan lagi mencari informasi, melainkan memilih informasi mana yang paling benar dan relevan di tengah banjir data."
Terlihat raut wajahnya yang berkerut serius saat ia menemukan sebuah data statistik yang krusial. Dengan teliti, ia mencatat sumbernya, memastikan setiap sitasi tercatat dengan benar agar integritas akademisnya tetap terjaga. Di balik meja belajarnya, Rian sedang membangun jembatan pengetahuan, menghubungkan teori-teori dari para ahli di seluruh dunia dengan gagasan yang sedang ia susun.
Internet telah mengubah cara Rian belajar. Di sana, ia tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga seorang kurator yang cerdas. Langkah demi langkah, referensi yang ia kumpulkan mulai membentuk sebuah argumen yang kokoh, mengubah layar digital yang dingin menjadi panggung diskusi intelektual yang hangat.

Menumbuhkan Cinta Membaca di Saung Baca
Di sebuah saung sederhana yang dikelilingi suasana alam yang asri, para siswa berkumpul dengan penuh semangat untuk membaca. Saung baca menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi mereka untuk mengenal berbagai ilmu pengetahuan melalui buku. Dengan duduk lesehan, mereka larut dalam cerita dan informasi yang membuka wawasan baru.
Kegiatan membaca di saung baca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan minat baca sejak dini. Suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan membuat siswa lebih fokus dan menikmati setiap halaman yang mereka baca. Guru dan pendamping turut memberikan arahan serta motivasi agar siswa semakin gemar membaca.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan imajinasi, memperluas wawasan, serta membangun kebiasaan positif yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka. Saung baca menjadi simbol sederhana bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, selama ada kemauan dan semangat untuk terus berkembang.

Salam Literasi





